ITB FMIPA Bosscha Observatory Indonesian Flag

Kolokium Data Analyst Alumni Astronomi ITB

21 Jun 2026, 19:00

Keahlian membedah data saintifik yang dipelajari mahasiswa astronomi memiliki nilai jual yang tinggi di dunia industri digital. Menjawab peluang tersebut, Kelompok Keahlian Astronomi ITB menggelar Kolokium Astronomi untuk Industri pada Selasa (2/6) di Ruang Seminar Astronomi, CAS ITB. Kegiatan ini mengangkat tema terkait navigasi karier dari astronomi ke bidang data, dengan menghadirkan dua alumni yang sukses berkarier di dunia profesional, yaitu Evaria Puspitaningrum (Astronomi ‘11) yang kini menjadi Data & Analytic Engineer di Singapura, serta Alif H. Fikri (Astronomi ‘13), mantan Lead Data Analyst di sejumlah perusahaan teknologi Indonesia. Keduanya membagikan pengalaman mereka saat menjembatani sains murni dengan kebutuhan praktis di perusahaan.

Dalam sesinya, Evaria bercerita bahwa masa transisi ke dunia industri awalnya memang menantang. Banyak perangkat lunak dan kultur data perusahaan yang masih awam baginya dan belum pernah diajarkan di kampus. Namun, mental pantang menyerah saat melakukan troubleshooting dan jam terbang dalam mereduksi data astronomi terbukti membantunya untuk beradaptasi. Ia mencontohkan bahwa kerangka berpikir untuk mencari tahu penyebab anomali kurva cahaya pada sebuah eksoplanet mirip dengan cara seorang analis menginvestigasi mengapa pendapatan perusahaannya tiba-tiba menurun.

Melengkapi diskusi tersebut, Alif menegaskan bahwa pekerjaan analitik di industri sebenarnya hanyalah penerapan metode ilmiah ke dalam rutinitas bisnis. Ia menyarankan para peserta untuk membangun portofolio proyek data, mengejar sertifikasi profesional, dan menjaga perspektif analitis, sebagai pijakan merintis karier. Ia juga mengingatkan tentang tantangan di era AI generatif yang menuntut kemampuan nalar kritis tinggi agar tidak mudah keliru akan banyaknya informasi. Kolokium ini kemudian ditutup dengan pesannya yaitu bagi mereka yang terbiasa mencari anomali di antara miliaran bintang, menemukan anomali dalam tumpukan data bisnis pada akhirnya hanyalah masalah waktu. [VS]

© 2026 ITB Astronomy Study Program