Proceedings & Publications // SPA 2021

Seminar Panorama Antariksa 2021

Seminar Panorama Antarika was held in October 30th, 2021.

The seminar was held as part of the 70 years commemoration of the Astronomy higher education programmes in Indonesia with the theme “PANORAMA: Pendidikan AstroNOmi dan kolaboRAsi di Masa depAn”.

Astronomy in Indonesia is currently regarded as a rapidly developing field, with activities and institutions spread across many parts of the archipelago, creating opportunities for collaboration in both education and research. The astronomical research conducted by researchers from various institutions covers a wide range of topics, which are documented in these proceedings.

These topics include the Sun, Stellar Physics, the Solar System, and Exoplanets; Theoretical Astrophysics, Galaxies, and Cosmology; Astronomical Instrumentation and Facilities; Astronomy Education (Higher Education, Basic Education, and Public Education) in the Era of Technology 4.0; Multidisciplinary Studies Related to Astronomy (Archaeoastronomy, Ethnoastronomy, Astrotourism, etc.); and the Popularization, Communication, and Public Outreach of Astronomy.

This seminar was successfully and smoothly organized with the support and assistance of many parties. We would therefore like to express our sincere gratitude to the leadership of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB); the Head of the Astronomy Research Group; the Heads of the Astronomy Study Programs; the Chair of the Indonesian Astronomical Society (HAI); as well as all presenters and members of the organizing committee who contributed to the success of the Panorama Antariksa Seminar.

Proceedings and Seminar Language: Bahasa Indonesia

Proceeding

We are pleased to announce that the proceedings of the Panorama Antariksa Seminar are now available for download. The proceedings bring together research and contributions covering a wide range of topics in astronomy, including solar and stellar physics, the Solar System and exoplanets, astrophysics, instrumentation, astronomy education, multidisciplinary studies, and public outreach.

We invite you to explore the proceedings and discover the latest developments and research in Indonesian astronomy.

Download the proceeding book with the button below.

Scientific Organizing Committee

  1. Dr. Endang Soegiartini (Institut Teknologi Bandung)
  2. Dr. Kiki Vierdayanti (Institut Teknologi Bandung)
  3. Dr. Yayan Sugianto (Institut Teknologi Bandung)
  4. Dr. rer. nat. M. Ikbal Arifyanto (Institut Teknologi Bandung)
  5. Dr. Mahasena Putra (Institut Teknologi Bandung)
  6. Muhamad Zamzam N., M. Si. (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
  7. Drs. Widya Sawitar (Planetarium Jakarta)
  8. Avivah Yamani, M. Si. (Langit Selatan)
  9. Dr. Aprilia (Institut Teknologi Bandung)
  10. Dr. rer. nat. Hesti R. T. Wulandari (Institut Teknologi Bandung)
  11. Premana W. Premadi, Ph. D. (Institut Teknologi Bandung)
  12. Dr. Chatief Kunjaya (Institut Teknologi Bandung)
  13. Dr. Moedji Raharto (Institut Teknologi Sumatera)
  14. Dr. Judhistira Aria Utama (Universitas Pendidikan Indonesia)
  15. Dr. Anton T. Jaelani (Institut Teknologi Bandung)
  16. Dr. Dhani Herdiwijaya (Institut Teknologi Bandung)

Editor-in-chief:

  1. Dr. Ibnu Nurul Huda
  2. Dr. Anton T. Jaelani
  3. Dr. Budi Dermawan

Articles by Themes and Authors

Below are the list of articles included in the Seminar Panorama Antariksa 2021 proceedings.

Theme 1: Sun, Stellar Physics, Solar Systems, and Exoplanets

Manuver Eksentrisitas dalam Strategi Station Keeping Timur-Barat Satelit GEO (Studi Kasus: Indostar II/SES-7)
E. Fitri, R. Eko Poetro, dan E. Soegiartini

Posisi satelit Geosynchronous Equatorial Orbit (GEO) dapat bergeser dari posisi awalnya akibat gangguan gaya luar, yaitu tekanan radiasi Matahari dan potensial gravitasi ketidakbulatan Bumi. Kedua gangguan ini mengakibatkan satelit keluar dari batas kotak maya yang diperbolehkan. Untuk mengoreksi orbit satelit akibat gangguan gaya luar dan memastikan bahwa ...

Analisis Korelasi Antara Sunspot Number pada Siklus Matahari ke-24 dengan Indeks Dst Berdasarkan Data Pengamatan BPAA Pasuruan
A. F. N. Cahyaningtyas dan S. Filawati

Sunspot merupakan parameter untuk menggambarkan Siklus Matahari. Mempelajari Siklus Matahari diperlukan untuk melakukan prediksi terhadap aktivitas Matahari yang memiliki dampak terhadap Bumi secara langsung, yaitu flare dan Coronal Mass Ejection (CME), yang mana kedua gangguan tersebut merupakan parameter cuaca antariksa. Indeks Dst adalah indeks ...

Telaah Lintasan Harian Matahari dengan Gnomon Tegak di Kabupaten Ngawi
D. R. Saffira dan E. Soegiartini

Gnomon merupakan instrumen kuno astronomi untuk menentukan tinggi Matahari. Gnomon membentuk bayangan ketika terkena sinar Matahari. Bayangan gnomon sepanjang hari memproyeksikan lintasan harian yang ditempuh Matahari di langit dan lintasan tersebut berbeda untuk setiap hari. Penelitian ini menelaah lintasan harian Matahari dalam kurun waktu ...

Studi Variabilitas Kecepatan Angin dan Distribusi Kelimpahan Molekul di Titan Berdasarkan Pengamatan ALMA
L. Badingah dan T. Hidayat

Keberadaan sirkulasi umum satu sel kutub-ke-kutub dan siklus hidrokarbon menunjukkan bahwa atmosfer Titan sangat dinamis. Pengamatan angin merupakan salah satu sumber informasi utama untuk mempelajari dinamika atmosfer Titan. Pengukuran pergeseran Doppler dari garis emisi molekul adalah salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kecepatan ...

Rekonstruksi Trajektori Wahana Antariksa menuju Asteroid Bennu
M. Affan, R. E. Poetro, dan E. Soegiartini

Penelitian ini merekonstruksi trajektori OSIRIS-REx menuju asteroid 101955 Bennu. OSIRIS-REx diluncurkan pada tanggal 8 September 2016, melakukan Deep Space Manuever 1 (DSM1) agar dapat flyby dengan Bumi pada tanggal 22 September 2018, lalu melakukan Deep Space Manuever 2 (DSM2) untuk mendekati Bennu, dan tiba di Bennu pada 3 Desember 2018 ...

Analysis of Sunspot Groups Evolution Based on The Fractal Dimension of AR12192 and AR12209
S. E. Aziza and D. Herdiwijaya

The area with a strong magnetic field on the Sun is an active region (AR). It is indicated by the presence of sunspots. The large AR has a long lifetime evolution and can produce recurrent sunspots (RS) and trigger lots of solar activities. AR12192 is the largest AR of the 24th solar cycle which occurred on October 18, 2014. AR12192 reemerged as the RS, AR12209 on ...

Pengamatan Rotasi Jupiter di Observatorium Astronomi Sunan Ampel Surabaya
M. A. Humam, N. Sopwan, dan A. A. Yusuf

Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) adalah observatorium di bawah naungan Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (LAB FSH UINSA). OASA merupakan fasilitas astronomi Program Studi Ilmu Falak UIN Sunan Ampel Surabaya. Salah satu observasi yang telah dilakukan OASA adalah dua kali observasi Rotasi Jupiter. Observasi ...

Pengamatan Bintang Ganda dengan Bosscha Robotic Telescope
M. Yusuf dan Y. Yulianty

Pengamatan bintang ganda visual menjadi topik penelitian utama di sepanjang sejarah Observatorium Bosscha, Teleskop 60 cm Refraktor Ganda Zeiss di Observatorium Bosscha menjadi teleskop utama yang digunakan untuk pengamatan bintang ganda, Berpandu kepada daftar bintang ganda yang dimiliki Observatorium Bosscha (Jasinta, 1997), kami seleksi ...

Skenario Evolusi Bintang Ganda Nova
A. R. Kusuma Putra, M. Putra, Aprilia, M. I. Hakim, dan Y. Sugianto

Nova merupakan salah satu sub-kelas dari cataclysmic variables (CV) yang terdiri dari sebuah bintang katai putih dan bintang late-type bermassa kecil sebagai pasangannya. Sebagai CV, kedua bintang komponennya berjarak cukup dekat, sehingga bintang pasangan tersebut memenuhi Roche lobe-nya. Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana asal-usulnya sehingga ...

100 Tahun Pengamatan Bintang Ganda di Observatorium Bosscha: Benarkah Objek yang Diamati itu Secara Fisis Ganda?
I. Imaduddin, C. Vidante, B. D. S. Budi, S. Fatkhusalma, dan M. Irfan

Pengamatan bintang ganda visual di Observatorium Bosscha telah berlangsung dari tahun 1924 hingga saat ini. Terdapat 5431 pasang bintang dari 12435 pengukuran yang dirangkum dalam sebuah database. Penting bagi pengamat bintang ganda seawal mungkin melakukan perhitungan lintasan agar bisa disusun prioritas pengamatan. Pasangan bintang yang memiliki ...

Low Resolution Spectroscopic Observation of the 2021 Outburst of the Recurrent Nova RS Ophiuchi
I. Hafizah, A. A. Yusuf, A. Oktaviandra, R. Muztaba, and H. L. Malasan

RS Oph outbursts were recorded in 1898, 1933, 1958, 1967, 1985, and 2006, with the most recent outburst identified by an Ireland amateur astronomer, Keith Geary on 2021 August. Since its outburst, RS Oph was observed in almost every wavelength range, from hard X-rays to radio wavelength. We report low-resolution spectroscopic observations (R=1000) of Nova RS Oph in ...

Optical Integral Field Spectroscopy Study of Supernova Remnants
J. Suherli and S. Safi-Harb

The study of supernova remnants (SNRs) is key to our understanding of various unsolved problems in astrophysics. These include: the supernovae explosion mechanism, the properties of the stellar progenitors, the heating and the chemical enrichment of the interstellar medium (ISM), and the fate of stars following their death. The relatively new domain of integral field ...

Batasan Massa dan Radius Bintang Neutron pada Sistem SAX J1748.9-2021 Berdasarkan Metode Touchdown Point
M. Daud dan K. Vierdayanti

X-ray burst tipe-I (burst) merupakan fenomena ketidakstabilan termal yang terjadi di sekitar permukaan bintang neutron pada sistem Low-Mass X-ray Binary (LMXB). Pada kasus burst tertentu, fluks yang teramati mencapai nilai limit Eddington. Kasus tersebut dikenal sebagai Photospheric Radius Expansion (PRE burst) dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan ...

Studi Pengaruh Metalisitas pada Evolusi Bintang Bermassa Rendah Menggunakan MESA-r12778
S.A. Sakinah dan Aprilia

Metalisitas (Z) merupakan fraksi massa unsur kimia yang lebih berat daripada helium. Metalisitas menjadi krusial untuk dikaji, karena dapat memengaruhi parameter fisis bintang selama tahapan evolusinya. Fokus penelitian yaitu mengetahui pengaruh variasi nilai metalisitas (Z = 0,0001; 0,001; 0,002; 0,004; 0,01; 0,02; dan 0,03) terhadap evolusi bintang bermassa rendah ...

V/R Variations in Hα Emission Line Spectra of B-emission Star EW Lac Based on Its Spectral Physical Parameters
A. S. Bernadi and Aprilia

B-emission (Be) stars are non-supergiant B-type stars whose spectra have shown one or more Balmer emission lines. B emission stars usually have variability on their spectra emission and the variability varies differently on each star. EW Lacertae (HR 8731) is one of B-emission stars which is still studied until now since the star has periodic variability on V/R ...

Maser Observations to Probe Massive Star Formation in G354.61+0.47
M. Hafieduddin, T. Hirota, T. Hidayat and K. Sugiyama

Massive stars, or stars with mass more than 8M☉, have great impact both in local and cosmological scale. But the modelling of their formation is hindered by the rarity of data. The advance of Very Long Baseline Interferometry (VLBI) helps us overcome this problem by enabling us to observe structure tracer with high angular resolution. In this research, we use data taken with ...

Project BEACON: Program Pengamatan Okultasi di Observatorium Bosscha
A. T. P. Jatmiko

ABSTRAK Okultasi merupakan peristiwa tertutupnya suatu obyek langit oleh obyek langit lain yang memiliki ukuran sudut lebih besar. Peristiwa okultasi memungkinkan astronom untuk mendapatkan resolusi sudut tinggi, yang biasanya diperoleh dengan teknik interferometri, sehingga astronom dengan instrumen yang modest bisa melakukan pengukuran separasi sudut ...

Pengamatan Survei Variabilitas Pada Gugus Bintang Terbuka di Observatorium Bosscha
D. Mandey

Survei variabilitas di gugus bintang terbuka merupakan salah satu program pengamatan di Observatorium Bosscha. Tujuannya adalah mencari kandidat bintang variabel dan eksoplanet baru di gugus bintang terbuka. Pengamatan menggunakan teleskop berdiameter 28 cm yang dilengkapi dengan kamera CCD. Metode fotometri diferensial digunakan untuk mendeteksi ...

Theme 2: Theoretical Astrophysics, Galaxies, & Cosmology

Rekonstruksi Nonparametrik Dynamical Dark Energy Menggunakan Data Cosmic Chronometer dan Supernova Tipe Ia
V. J. Purwanto dan H. Wulandari

Konstanta kosmologi (Λ) merupakan usulan model dark energy yang paling sederhana dengan parameter persamaan keadaan (𝑤) yang konstan, 𝑤 = −1. Meskipun didukung oleh banyak pengamatan, terdapat masalah yang melekat pada Λ, yaitu masalah fine tuning dan masalah coincidence. Untuk mengatasi masalah tersebut diperkenalkanlah model dynamical ...

Efek Anisotropi Teori Generalized Uncertainty Principle pada Persamaan Keadaan Bintang Neutron
A. B. Wahidin, I. Husin, dan A. Sulaksono

‘Generalized Uncertainty Principle’(GUP) merupakan modifikasi relasi komutasi Heisenberg dengan tujuan memasukan efek panjang minimum dan menjadi jalan untuk mengkuantisasi gravitasi. Modifikasinya memberikan deformasi pada besaran observabel kuantum pada skala Planckian yang diparametrisasi oleh parameter β. Disini kami meninjau efek GUP ...

Theme 3: Astronomical Instrumentation & Facilities

Pemanfaatan Kamera DSLR Canon 1200D untuk Pengamatan Fotometri Bintang Variabel
A. Wibowo dan M. Putra

Pada umumnya sensor yang digunakan pada pekerjaan fotometri adalah sensor kamera yang berbasis CCD yang dilengkapi dengan filter pita sempit yang telah terbakukan. Seperti sistem Johnson-Cousins UBVRI. Namun dalam fotometri tidak terbatas haya menggunakan kamera CCD saja, melainkan dapat juga menggunakan kamera DSLR. Adapun sensivitas spektral ...

Status Terkini Bosscha Robotic Telescope
M. Yusuf, A. Setiawan, M. Sulaeman, C. J. B. Anin, dan Y. Yulianty

Bosscha Robotic Teleskop (BRT) adalah teleskop 35 cm yang digunakan sebagai eksperimen pengembangan sistem robotik di Observatorium Bosscha sejak tahun 2014. Kini, dilengkapi dengan sistem monitor cuaca, otomasi gerak atap, dan sistem scheduling pengamatan, BRT telah menjadi teleskop robotik yang beroperasi penuh secara otomasi dengan akurasi ...

Program Konversi Antena Telekomunikasi Indosat Menjadi Teleskop Radio VLBI
T. Hidayat, I. Nurul Huda, S. Ramadhan, P. W. Premadi, B. Dermawan, L. Puspitarini, A. T. Jaelani, K. Vierdayanti, M. Irfan, M. Yusuf, M. Hafieduddin, H. R. T. Wulandari, dan C. Kunjaya

Teknik radio Very Long Baseline Interferometry (VLBI) telah memberikan kontribusi yang sangat penting bagi astronomi/astrofisika terutama dalam kemampuannya memberikan resolusi sudut yang paling tinggi, mencapai submiliarcsec. Pertumbuhan jejaring VLBI juga semakin besar, khususnya di Asia Timur dengan East-Asian VLBI Network (EAVN). Dalam makalah ...

Low-Cost Astrophotography Mount using DIY Barn-Door Tracker and 3D-Printed Astro-Tracker at Observatorium Astronomi ITERA Lampung
A. A. Yusuf, A. Oktaviandra, I. Hafizah, D. Andriyan, and H. L. Malasan

Astrophotography is becoming increasingly common among the Indonesian astronomical community. The need to freeze the stars moving in the heavens made us try to do experiments with making an affordable barn-door tracker and 3d-printed astro-tracker. We tried two types of barn-door trackers using inexpensive stepper motor drives equipped with Arduino Nano ...

Tinjauan Karakteristik dan Target Sains Teleskop Radio Single-Dish 18-26 Meter Serta Pemanfaatannya Untuk Observatorium Nasional Timau
M. Husna dan F. Mumtahana

Lereng Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dipilih sebagai lokasi pembangunan observatorium kelas internasional atau dikenal dengan Observatorium Nasional Timau. Observatorium Nasional Timau saat ini sedang mempersiapkan teleskop optik berdiameter 3.8 meter serta merencanakan pembangunan teleskop radio single-dish ...

Profil Cuaca Situs Stasiun Bumi Jatiluhur untuk Persiapan Teleskop Radio VLBI Indonesia
S. Ramadhan, T. Hidayat, I. Nurul Huda, P. W. Premadi, B. Dermawan, L. Puspitarini, A. T. Jaelani, K. Vierdayanti, M. Irfan, M. Yusuf, M. Hafieduddin, H. R. T. Wulandari, Z. L. Dupe, dan C. Kunjaya

ABSTRAK Stasiun Bumi Jatiluhur milik PT Indosat Ooredoo mempunyai beberapa antena berdiameter cukup besar yang sudah tidak digunakan lagi sebagai antena telekomunikasi. Melalui kerja sama ITB dengan Indosat, dua antena ini diusulkan untuk dikonversi menjadi teleskop radio untuk program VLBI (Very Long Baseline Interferometry) di Indonesia, untuk aplikasi ...

Motorisasi Sistem Buka - Tutup Atap Gedung Surya Di Observatorium Bosscha
A. Setiawan, dan D. Mandey

Sistem teleskop robotik merupakan sistem yang kompleks dimana salah satu komponen pendukungnya adalah atap bangunan teleskop yang proses buka – tutupnya dapat dikendalikan jarak jauh atau dikendalikan secara otomatis dengan input informasi cuaca. Dalam paper ini, kami akan memaparkan rancangan mekanik sistem motorisasi atap sebelum digunakan ...

Analisis Teleskop DIY - PPKM sebagai media Praktikum di Laboratorium Bumi dan Antariksa
C. P. Asmoro, H. Susanti, dan J. A. Utama

Penelitian ini memaparkan proses perancangan, pembuatan dan performa teleskop Do It Yourself (DIY) untuk media praktikum di Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika. Praktikum yang dilakukan memberikan pengetahuan terkait prinsip kerja, pemasangan, dan observasi, akan tetapi kondisi pandemik COVID19 yang menuntut pembelajaran dan ...

Sistem Panel Listrik Untuk Buka Tutup Atap Gedung Surya di Observatorium Bosscha
M. Sulaeman

Untuk menunjang kegiatan astronomi di Observatorium Bosscha diperlukan suatu sistem buka tutup atap gedung yang dapat dikontrol secara otomatis, dalam hal ini untuk atap gedung surya masih dilakukan secara manual, sehingga untuk proses buka tutup atap akan memakan banyak waktu. Untuk itu perlu di buat suatu sistem rangkaian kelistrikan yang dapat ...

Pengembangan Sistem Pemantauan Kondisi Seeing Langit Malam di Observatorium Bosscha
S. Ramadhan, M. Yusuf, dan C. J. B. Anin

Pengamatan astronomi pada panjang gelombang visual akan banyak dipengaruhi oleh kondisi atmosfer berupa ‘seeing’ yang berasal dari turbulensi udara yang bersifat lokal dan temporal. Sebuah observatorium, baik yang telah berdiri maupun yang akan dibangun, haruslah memiliki informasi terkait nilai seeing yang valid. Makalah ini memaparkan hasil awal terkait ...

Peran Sky Quality Meter LU-DL dalam Mengkaji Kecerahan Langit Malam di Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah
Suraina

Langit malam yang cerah tanpa polusi cahaya menjadi salah satu parameter yang sangat penting untuk menggambarkan kualitas suatu pengamatan astronomi. Untuk menentukan lokasi pengamatan dengan kualitas langit malam yang ideal khusus di wilayah Kalimantan Barat diperlukan suatu kajian terkait kecerahan langit malam. Makalah ini menyajikan hasil ...

Theme 4: Astronomy Education (Higher, Basic, Public) in the Era of Technology 4.0

Network for Astronomy School Education for Indonesian Teachers (2016-2021)
N. Pratiwi, H. L. Malasan, R. Muztaba, R. W. Romadhonia, M. I. Ikhsan, D. M. Noor, E. R. Kencana, N. Resfita, A. Fitriawati, A. N. I. Putri, V. L. Ipmawan, E. Fitri, M. Dewi, C. Kunjaya, Aprilia, and E. Soegiartini

The first NASE (Network for Astronomy School Education) course in Indonesia was held by Ma Chung University under the support of International Astronomical Unit (IAU) in 2016. Then, Institut Teknologi Sumatera also conducted NASE courses in 2018 and 2019, and then followed by means of virtual courses at Institut Teknologi Bandung in 2020 and Universitas ...

Menjembatani kemajuan pengetahuan sains dan pendidikan sains
P. W. Premadi

Sains berkembang dengan amat pesat yang juga dibarengi dengan diversifikasi yang semakin tajam. Pemanfaatan sains dalam berbagai aspek kehidupan juga semakin lebar dan ‘urgent’. Namun, pemajuan sains yang pesat ini belum dapat diimbangi pada pengkinian substansi sains dalam pendidikan sains. Akibatnya, senantiasa ada kesenjangan lebar antara sains garis ...

Mendorong Penguasaan Astronomi di Jenjang Pendidikan Menengah melalui Olimpiade
L. Puspitarini, Aprilia, H. L. Malasan, M. I. Hakim, M. I. Arifyanto, dan E. I. Akbar

Sampai saat ini, kurikulum pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi astronomi. Salah satu upaya untuk mendorong pembelajaran astronomi di jenjang pendidikan menengah, yaitu melalui kegiatan olimpiade atau kompetisi sains bidang astronomi. Sejak tahun 2003, Indonesia telah berpartisipasi secara aktif dalam olimpiade astronomi tingkat ...

Penggunaan Media Simulasi Visual untuk Mengurangi Miskonsepsi Siswa pada Materi Astronomi dalam Mata Pelajaran Geografi SMA
M.P. Lestari dan H. Wulandari

Penelitian dilatarbelakangi oleh banyaknya kesalahan siswa dalam memahami salah satu materi astronomi, yaitu sistem Bumi - Bulan dan Matahari, pada pelajaran Geografi SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dan mengetahui efektifitas penggunaan media simulasi visual dalam mengurangi miskonsepsi tersebut. Penelitian ini ...

Theme 5: Multidisciplinary Sciences Related to Astronomy

Cahaya Fajar Sidik di Indonesia, Suatu Tinjauan terhadap Riset Para Peneliti Ilmu Falak Berlatarbelakang Nahdlatul Ulama
KH S. Nawawi, D. Fahrurrazi, KH A. M. Zahid, KH M. Hasan, HM Basthoni, I. Fahmi, E. P. Arumaningtyas, N. Rohmah, I. Qustholaani, R. Nugraha, S. Ahadi, KH A. Y. Fattah, KH Shofiyulloh, D. Effendi, Khafid, H. Setyanto, A. Junaidi, KH I. Ismail, M. Arkanuddin, S. Anam, dan M. M. Sudibyo

Cahaya fajar adalah ketampakan sinar Matahari yang telah terbiaskan, terhambur dan terserap dalam atmosfer di atas horizon timur jauh sebelum Matahari terbit. Ketampakan cahaya fajar merupakan fungsi sun depression angle (SDA) relatif terhadap horizon timur. Bagi Umat Islam, awal ketampakan cahaya fajar merupakan penanda awal waktu Subuh. Akhir–akhir ini ...

Konsistensi Kalender Hijriah Nahdlatul Ulama Periode 1438–1442 H (2016–2021 M) Berdasarkan Data Rukyat Hilal yang Dihimpun Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama
KH S. Wafa, M. M. Sudibyo, H. Setyanto, KH M. Hasan, KH Yahya, F. Muzakkin, KH Nursodik, U. Syahruna, A. Y. Nafi, Himaturriza, J. Prasetiyo, M. Arkanuddin, I. Fahmi, Mujayun, I. Hilmi, Hosen, H. Elhas, R. M. Lologau, A. Z. Zuhdi, KH K. Asmuni, A. P. Salma, A. Junaidi dan W. Ali

Rukyat hilal adalah dasar penetapan setiap awal lunasi dalam Kalender Hijriah Nahdlatul Ulama yang dikelola Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama. Lunasi Hijriah yang baru terjadi saat terlihatnya hilal dan jika sebaliknya maka lunasi Hijriah berjalan digenapkan 30 hari. Dasar penetapan tersebut membuat Kalender Hijriah Nahdlatul Ulama bersifat kalender observasional ...

Tanda Tanda Alam Sebagai Pedoman Melaut Nelayan Bugis di Pulau Kramian
Mudjijono

Pulau Kramian terdiri dari tiga desa, yaitu Desa Sudi Mampir, Wae Tuo, dan Tanjung Peleh. Tanda alam tembus, yaitu adanya angin dengan ditandai bergeraknya awan di langit dan bergeraknya dedaunan di ujung pohon, pelangi buntung, pelangi utuh, berkedipnya bintang joko dolok, dan tabir hitam seperti kelambu yang ada di tengah laut merupakan rambu-rambu ...

Peran Kosmologi Islam dalam Sains Modern
K. F. Nurrahmah dan M. I. Arifyanto

Konsep kosmologi heliosentris-modern, di mana manusia penghuni planet Bumi secara fisik memang bukanlah pusat kosmos, menunjukkan peran keberadaan manusia di antara milyaran bintang dan galaksi tidak memberikan dampak apapun terhadap proses di alam semesta homogen-isotropik. Sebaliknya, Ibnu ‘Arabi menggambarkan manusia, dalam hal ini manusia ...

Studi Arkeoastronomi Candi Sukuh dan Cetho, Jawa Tengah
T. H. Pramono dan Aprilia

Candi Sukuh dan Cetho merupakan candi termuda di Indonesia yang dibangun pada akhir masa Majapahit di lereng barat Gunung Lawu. Keunikan arsitekturnya yang berupa punden berundak dengan candi induk berbentuk piramida terpancung dan usianya yang muda menjadikan keduanya objek penelitian arkeoastronomi yang menarik, yaitu untuk mencari ...

Jejak Suryacandra (Lunisolar) pada Dasawarsa Pertama Kalender Hijriah, Berdasarkan Peristiwa Langit dan Kondisi Cuaca dalam Beberapa Peristiwa Sejarah
M. M. Sudibyo

Kalender Hijriah saat ini merupakan kala candra (lunar) yang berkembang dari kalender Quraisy pra–Islam. Terdapat dugaan kalender tersebut merupakan kala suryacandra (lunisolar) dengan sistem interkalasi khas yang disebut Naasi‘. Dugaan tersebut berdasarkan kehidupan ritual, agraris dan pastoralisme Makkah pra–Islam yang bergantung musim. Naasi‘ tetap ...

ROWOT SASAK (Interpretasi Kultural Perbintangan Masyarakat Lombok)
M. Awaludin

Masyarakat Nusantara telah lama mengenal keilmuan astronomi, salah satunya yaitu keberadaan bintang Polaris yang berfungsi untuk menandai arah utara. Selain itu masyarakat Nusantara juga mulai memaknai serta menamai gugus-gugus bintang, planet, dan galaksi dengan interpretasi kulturalnya sendiri. Salah satu yang paling terkenal di wilayah Nusantara terkait dengan ...

Potensi Wilayah untuk Pengembangan Astrowisata di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
F. Zainuddin dan C. Kunjaya

Penelitian lokasi potensial pengembangan astrowisata dilaksanakan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Parameter alami berupa keadaan klimatologi meteorologi dan elevasi. Sedangkan parameter non alami adalah kecerahan langit malam dan faktor-faktor ...

Theme 6: Astronomy Popularization, Communication, & Public Outreach

Kegiatan Observasi Langit Malam Komunitas Astronom Amatir se-Indonesia dalam Rangka Edukasi Astronomi kepada Masyarakat: Tinjauan Sebelum dan Saat Pandemi
N. Kafilah, A. Faradila, M.Z.S. Mutaqin, dan T.N. Aminudin

Observasi langit malam yang dilaksanakan oleh komunitas astronomi bertujuan untuk memberikan pengalaman mengamati benda langit secara langsung dan edukasi terkait astronomi baik kepada anggotanya maupun kepada masyarakat. Kami telah melakukan survei terhadap 52 dari 102 komunitas astronomi se Indonesia selaku penyelenggara dan 100 astronom amatir ...

Menjangkau Publik selama Pandemi: Pelajaran dan Potensi Baru Penjangkauan Publik Astronomi
Y. Yulianty, P. W. Premadi, M. Yusuf, Luthfiandari, dan T. H. Pramono

Pada makalah ini kami akan paparkan beberapa kegiatan pendidikan dan penjangkauan publik yang dilakukan oleh Observatorium Bosscha selama masa pandemi Covid-19, termasuk kegiatan pengamatan virtual, upaya penjangakauan pendidikan formal, pelatihan guru. Kami akan paparkan tantangan, proses, inovasi apa yang diambil dan bagaimana potensi ...

Astronomi dalam Bungkus Media Sosial Sebagai Pemantik Budaya Bernalar
Sulistiyowati, H. R. Erwanda, Luthfiandari, H. Albanna, dan D. S. Oktaviani

Media sosial mempunyai peluang besar untuk dijadikan sebagai sarana promosi, termasuk untuk kegiatan pendidikan. Data interaksi pengguna dengan pemberi informasi pun menarik untuk ditelaah guna mengidentifikasi minat publik terhadap sains, khususnya Astronomi. Dalam makalah ini, kami paparkan insight awal yang diperoleh dari data unggahan artikel singkat ...

Aplikasi Sonifikasi sebagai Alternatif Aksesibilitas Citra Astronomi bagi Tuna Netra
A. Deandra, M. Putra, M. I. Mandasari, C. Kunjaya, D. Herdiwijaya, dan Aprilia

Ketergantungan ilmu astronomi akan indra penglihatan membuat ilmu astronomi sulit diakses untuk penyandang tuna netra. Meskipun demikian, terdapat upaya untuk mengomunikasikan astronomi kepada penyandang tuna netra melalui indra pendengaran dan indra peraba. Aplikasi screen reader merupakan alat aksesibilitas bagi tuna netra untuk mempersepsi gambar ...